Dicari tanah di daerah Denpasar seluas 2-4 are untuk perumahan. Lokasi strategis dan aman. Hubungi Hikari Internet Cafe`. No. tlp: 0361 285767. Email: hikari.netcafe at gmail.com (ganti at dengan @). Suksma.

Japanese IME is neccessary to view Japanese pages properly. Make sure Japanese IME is installed in your environment.

Bali Tourism

Posted by ngoegoel Blog | 7:50 AM | 1 comments »

English
At the end of December 2008, I invited two friends taking short holiday for 4 days in Bali. First day we visited Batur tourist spot that located in Kintamani, Bali. Viewing wonderfull Mt. Batur sightseeing with lunch is gorgeous. But at this time what I want to tell you is not beatiful scene of Mt. Batur but a complain from people who demand not only wonderful land but a complete holiday with a comfortable atmosphere.
After getting lunch, we get out from the restaurant. Immediately some women came to us introduced their merchandise in pestering way. For me this is not a problem because I used to, coz I am a local person. But how about tourists who have never seen this situation before? I have heard, the most complaint while taking holiday in Bali is uncomfortable coz they must buy merchandise that actually they do not want to buy. They visited Bali to get away from their jobs and customers that always follow them every time. But what happens? In Bali they are follewed by unknown people who want to sell their products in impolite way.
The claim not only occurs in Batur tourist spot, but generally happens in most tourist spot. Do you haveexperience about it?
My own proporsal: The goverment must make a law to arrange unorganized seller. Goverment make places for them and give a subsidy for them. People who do not obey this rule will be punished. In the future visitors can take a holiday in Bali although without a guide.
Indonesian

Akhir bulan December 2008, saya mengajak 2 orang teman berliburan di Bali selama 4 hari. Pada pada hari pertama kami mengunjungi object wisata Batur @ Kintamani. Makan sambil menikmati suasana Gunung Batur yang terbentang di depan mata sungguh menakjubkan. Tapi kali ini yang saya soroti bukan beautiful scene, but keluhan.

Habis makan, begitu keluar dari restaurant ibu-ibu yang berjualan baju, begitu rewel. Sudah dibilangin tidak mau beli, mereka tetap saja mengejar-ngejar kami. Saya sebagai orang lokal, sudah biasa dengan pemandangan ini, tidak merasa risih sama sekali. Tetapi bagaimana dengan orang mancanegara yang tidak terbiasa? Saya mendengar keluhan terbesar mereka adalah mereka tidak nyaman dengan orang-orang yang mengejar-ngejar mereka mau menjual cendramata. Mereka liburan ke Bali mau melupakan pekerjaan, melupakan costumer yang selalu mengejar mereka. Ehhhh liburan ke Bali malah dikejar-kejar orang. Rata-rata mereka yang mau membeli karena mereka tidak mau dikejar lagi. Dengan kata lain mereka dipaksa untuk membeli cendramata.

Keluhan ini tidak hanya berlaku untuk object Wisata Batur tetap general untuk semua object wisata Bali. Anda punya pengalaman lain?

Usul: Pemerintah daerah harus menertibkan pedagang paksa. Mereka dibuatkan tempat khusus untuk berjualan dan diberikan bantuan dana. Bagi yang melanggar diberi tindakan tegas dan tentu tidak mendapat bantuan apa-apa.

Bali yang bangga dengan wisata harus menjadi pioner. Wisatawan mancanegara nantinya bisa berliburan di Bali dengan nyaman meskipun tanpa bantuan guide, yang selama ini menjadi ini body guard dari kejaran penjual paksa yang rewel.

Bookmark and Share

WBC: World Baseball Clasic

Posted by ngoegoel Blog | 10:05 PM | 1 comments »

Technorati Tags: ,,,

This news is quoted from Yomiuri Online.

Special editions rolled off newspaper printing presses and Japanese fans who'd taken time off work to watch the World Baseball Classic final celebrated with banners emblazoned with "Samurai Japan." The WBC may not be a big deal in the United States but it's huge in Japan, which prides itself on its baseball pedigree. Needing a 10th inning to beat arch rival South Korea 5-3 in Los Angeles late Monday only added to the tension. Workers crammed into bars and restaurants in Tokyo and other cities to watch the game which started at 10:30 a.m. local time on Tuesday. Electronics stores selling big screen TVs were turned into public viewing galleries as the baseball-crazy nation stopped to watch as Japan defended its title....

Baseball has long been the No. 1 sport in Japan. The professional leagues were formed in the early 1930s while Korea's pro leagues weren't formed until 1982...

In Seoul, thousands skipped work and school to watch a large-screen broadcast of the game at Jamsil Baseball Stadium, tossing confetti, waving banners bearing the names of their favorite players and chanting through the championship...

Bagi Jepang baseball adalah major sport. Jepang memiliki pro-league yang berdiri tahun 1930-an. Kesuksekan Jepang mendulang kembali trophy WBC, merupakan keseksusesan yang kedua kalinya setelah first-WBC. Setelah Jepang dirundung krisis ekonomi, berita bangkrutnya perusahan2 Jepang dan berita pemecatan karyawan, menjadi juara WBC adalah berita yang luar biasa. WBC bisa dibilang mampu melupakan penderitaan ekonomi Jepang untuk sehari, paling tidak 1 detik. Btw. team kesukaan q di baseball pro-league Jepang: Giants.

wbcharakantokudoage

Pelatih team baseball Japan, sedang diangkat2 oleh para Samurai.

Detik2 setelah Jepang mengalahkan Korea di partai final WBC.

I bukan profesional dalam sport. Tapi dengan jalanq, suatu saat nanti ingin bekerja untuk daerah, negeri tercintaku like Samurai Japan who fight for the pride of their country.

Bookmark and Share

patent budaya Indonesia

Posted by ngoegoel Blog | 4:52 PM | , , , , , , , | 3 comments »

Masih ingat dengan niat Malaysia yang ingin mematentkan angklung, yang notabene budaya Indonesia? Tahukan jika tempe sudah dipatenkan Jepang? Tahukan bahwa batik sudah dipatentkan Malaysia?
Relakah jika rumah adat, tarian daerah, pakaian adat Indonesia dipatenkan negara lain???? Tentu jawabannya NO!
Berita dibawah dikutip dari kompas.com

...Bahkan, tempe yang oleh sebagian kalangan dipandang sebagai makanan kelas bawah sudah dipatenkan Jepang dan Amerika Serikat. Tak ketinggalan, batik sudah dipatenkan oleh Malaysia...
For further information click kompas.com

Terus apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah budaya kita tidak dipatenkan oleh negara lain? Mungkin kita bisa belajar dari India! Yoga yang asli berasalah dari India, juga dipatenkan di Amerika, bukan oleh India.
Article bellow quoted from asahi.com
インド政府がヨガのさまざまなポーズをデータベース化する作業を進めている。米国などでヨガのポーズや関連商品などを特許・商標登録する例が相次ぎ、「古くからのインドの知的財産の侵害」と危機感を強めているためだ。データベースを外国政府に公開して特許の審査の際に利用してもらうねらいだ。

政府の科学産業調査評議会(CSIR)が2千年前までさかのぼってヨガのテキストを調査中だ。すでに600のポーズについて写真やビデオなどを含めデータ化し、年内に1500に増やす計画だ。

データベースにはすでにアユルベーダなどの伝統療法に関する20万項目が収録済みで、英、仏、独、スペイン、日本語の各言語版がある。

地元紙タイムズ・オブ・インディアによると、米国では1650万人のヨガ実践者が年間30億ドル(約2950億円)のレッスン料を払っているとの推計があり、少なくとも130のヨガ関連の特許が認められている。同紙は「ヨガの伝道師」を自称する個人や団体が、昔から知られてきたポーズなどで外国で特許を取る現状に警鐘を鳴らす。



<<<<"summary" >>>>India merasa kuatir semakin banyak pose dalam yoga dipatenkan di USA. Di USA sebanyak 130 pose yoga sudah dipatenkan. Untuk mencegah hal ini berlanjut, India membuat data base pose yoga. Data base ini tersedia dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang. Hal ini dilakukan supaya badan patent punya referrensi dalam meluluskan hak patent.

Men-data base-kan budaya2 Indonesia sepertinya bisa menjadi salah satu jalan untuk mencegah budaya kita dirampas oleh negara lain. Pemerintah dan universitas2 di Indonesia jika bisa bekerja sama bukanlah sesuatu yang susah untuk melakukan project ini. Masalah sekarang, seberapa besar perhatian kita pada budaya kita sendiri???

Bookmark and Share

pemilu 2009

Posted by ngoegoel Blog | 4:19 PM | , , , | 0 comments »

Indonesia marak dengan kampanye politik menjelang pemilu 2009. Kekerasan antar masa parpol mulai terjadi. Masyarakat kita yang mau digerakkan dengan mudah untuk melakukan tindakan bodoh masih berlimpah. Politisi dan masyarakat kita belum juga bisa berdemokrasi secara sehat. Saya berharap KPU dan parpol harus melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Inilah yang paling penting dari pemilu menurut saya, "pendidikan politik". Toh dari bukti2 selama ini, partai2 sama saja. Mereka cuman bisa berjanji, tapi tidak ada bukti.
Saya bersyukur tidak semua agama mengeluarkan aturan sinting "mengharamkan golput".

pemilu 2009



Berita di bawah dikutip dari beritabali.com
Empat anggota satgas Rajawali (satgas resmi Partai Demokrat) yang sedang menjaga atribut parpolnya dianiaya oleh puluhan orang tidak dikenal sekitar pukul 02.30, Minggu (15/3) di Balai Subak Jaka Dayang Desa Kukuh, Kecamatan Marga.

Peristiwa penyerbuan yang dilakukan sekitar dua puluh orang itu mengakibatkan salah satu korban yakni I Gusti Bagus Kade Supartawan (30) mengalami luka serius. Tangan kanannya nyaris putus kena tebasan senjata tajam pelaku.

Supartawan kini harus menjalani operasi di RSUP Sanglah. Sedangkan I Nyoman Yasa (40) juga mengalami luka tebasan, ia mengalami luka terbuka di dagunya sepanjang 10 sentimeter. Tidak itu saja punggung Yasa juga robek terkena sabetan senjata tajam pelaku.

Korban lainnya I Gusti Alit Artana (30) mengalami luka robek pada kepala belakang sehingga Ia harus mendapatkan sejumlah jaritan di bagian kepalanya.

Korban keempat yakni I Gusti Agung Eka Adikapratama (20) juga mengalami luka robek pada telapak tangan kanannya...............

For further information, click beritabali.com

Bookmark and Share

Hari Nyepi

Posted by ngoegoel Blog | 5:18 PM | , , , , , | 0 comments »

Artikle di bawah dikutip dari Pinandita Sanggraha Nusantara
This article remind me of Nyepi, who can not celebrate Nyepi in Bali. Nyepi has more meaning than just as a new year. Nyepi that start from Melasti and end on Ngembak Geni has many spritual meaning.

Hari Nyepi merupakan tonggak kebangkitan kerohanian Hindu yang ditandai dengan Toleransi dan Kerukunan. Bermula dari persaingan dan pertikaian bangsa-bangsa di kawasan Asia (sekarang antara : Tibet, Asia Tengah, Persia, Sungai Sindhu, Afganistan, Pakistan, Kashmir, Iran dan India Barat laut) antara bangsa Saka (Scythia) – Pahlava (Parthia)– Yueh-ci (Cina) – Yavana (Yunani) – Malava (India). Mereka sangat berambisi salin menaklukkan satu sama lain sebagai musuh-musuhnya. Selama berabad-abad bangsa-bangsa tadi silih berganti saling menguasai wilayah lawan-lawannya (semacam penguasaan/ penjajahan) memperebutkan daerah yang sangat subur. Akhirnya pada awal tahun 248 SM di India bangsa Pahlava unggul dalam peperangan melawan bangsa Yavana dan Saka serta menguasai wilayah yang sangat luas.
Bangsa Saka yang kalah perang mengembara dan mampu secara cepat menyesuaikan diri dan tersebar di seluruh kawasan, namun membawa satu misi kooperatif perdamaian dengan mengedepankan aspek budaya dan humanisme. Bangsa Saka dengan seni budaya dan kombinasi ketata negaraan yang terbuka (ala demokrasi sekarang) mampu menyentuh penguasa yakni Bangsa Pahlava. Artinya bangsa Pahlava mengakui keunggulan bangsa Saka yang mengalihkan perjuangan politiknya dari mengangkat senjata (peperangan) menjadi arah politik : ideology, social-budaya yang bercirikan keharmonisan – perdamaian dengan mengangkat kesejahteraan sebagai issue global. Pergerakan humanisme sejak tahun 138 – 12 SM terjadi akulturasi dan sinkretisme antara bangsa-bangsa yang tadinya bermusuhan dan berakhir pada peperangan menuju perdamaian.
Akibat gerakan kemanusiaan membuat sikap politik bangsa-bangsa tadi berubah menjadi gerakan Lokasamgraha (dunia ini rumah kita, persaudaraan semesta, Torang samua basudara). Terdapat tokoh raja Kaniska I, II dan III (tidak semuanya berasal dari bangsa Saka tapi mereka mengadopsi perjuangan bangsa Saka) dalam percaturan politik yang meraih simpati rakyat dengan gerakan kesejahteraan dan kemanusiaan tadi. Salah satu yang terkenal kemudian adalah raja Kaniska II yang pada tahun 78 Masehi menetapkan tahun baru sebagai pencerahan bangsa-bangsa yang berdamai dengan memberikan penghargaan kepada bangsa Saka yang memelopori pergerakan tadi menjadi Tahun Baru Saka yang diperingati secara serentak oleh seluruh negeri. Tahun itu dikemudian hari menjadi tahun pencerahan dan dirayakan dengan khidmat melalui tapa – brata – samadhi.

Rangkaian Hari Raya Nyepi.
Perayaan Hari suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1931 tahun 2009 di daerah secara otonom dilaksanakan dari tingkat Provinsi sampai tingkat Desa dan perorangan di rumah masing-masing dengan rangkaian sebagai berikut :
1. Melasti/Makiyis : adalah prosesi spiritual keagamaan sebagai upaya penyucian alam semesta dari segala kekotoran dan kejahatan akibat dari perputaran karma selama 1 tahun yang penuh dengan intrik, gejolak, nafsu, dan berbagai sisi negative terhadap kemanusiaan. Penyucian ini tidak berhenti pada tataran alam semesta, tetapi juga pada diri setiap manusia Hindu, harus menyucikan diri dan lingkungannya. Arah prosesi penyucian itu ditujukan kea rah laut/segara, karena diyakini air bersumber di laut dan air merupakan sumber dari kehidupan. 80 % tubuh kita ini terdiri dari air. Pelaksanaan prosesi ini dilaksanakan sejak seminggu sebelum hari raya nyepi atau maksimal 2 hari sebelum Nyepi. Di dalam Lontar Sang Hyang Aji Swamandala disebutkan: angayutaken laraning jagat, paklesa letuhing bhuvana, yang terjemahannya: untuk melenyapkan penderitaan masyarakat dan kotoran dunia ( alam ), sedangkan di dalam lontar Sundarigama dinyataan : amet sarining amrtha
kamandalu ritelenging samudra, yang terjemahannya : Untuk memperoleh air suci kehidupan di tengah – tengah lautan. Laut sebagai sumber amerta karena laut/segara dipercaya dan diyakini mampu melebur segala kekotoran yang diakibatkan oleh api nafsu manusia yang berupa tindakan kotor/jahat dll.
2. Tawur Kesanga : adalah upacara Bhuta Yajna, artinya korban suci yang ditujukan kepada penguasa kekuatan yang memberi kemanfaatan bagi seisi alam raya ini berupa Caru. Caru adalah kata bahasa Sanskerta yang berarti mempercantik, menetralisir, memiliki makna spiritual somya yakni membuat semuanya menjadi harmonis. Caru ini berupa sesajen yang dibuat sedemikian rupa dalam rangkaian yang memiliki perhitungan magis, oleh Pendeta dijadikan sebagai sarana untuk menjadikan situasi krodit/disharmoni menjadi normal/harmonis kembali. Tawur kesanga dilaksanakan sehari sebelum Nyepi tepatnya pada bulan Mati/Tilem sasih Kesanga yang jatuh pada tanggal 25 Maret 2009.
3. Nyepi – Brata Penyepian : pada tanggal 26 Maret 2009 adalah hari raya Nyepi yang dilaksanakan perayaannya dengan berpuasa dan berpantang/brata. Dimulai pagi hari jam 06.00. Di antara berbagai bentuk Tapa, Brata, Yoga, Samadi itu, Maunabrata (Monabrata) adalah yang tertinggi, tujuannya adalah amatitis kasunyatan, menuju keheningan sejatai seperti pula disebutkan di dalam lontar Sundarigama (salah satu lontar yang menjelaskan tentang hari-hari raya Hindu di Indonesia) secara tegas menyatakan: "..................Nyepi amatigni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, agnigni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang weruh ring tattwa angelaraken samadhi. tapa, yoga amatitis kasunyatan" - Hari Nyepi, tidak benar semua orang melakukan pekerjaan, berapi - api, karena mereka yang tahu hakekat agama melaksanakan samadhi,tapa,yoga memusatkan pikiran menuju kesunyataan/keheningan sejati". Brata Penyepian, dengan amati : gni, karya, lelungan,
lelangunan, membuat hidup ini terintrospeksi secara sadar atas apa dan siapa diri ini untuk menuju arah yang ditentukan oleh ajaran agama. Selama 1 hari penuh (24 jam) aktivitas direorientasi guna memberikan pembaharuan (Reneweble) alam semesta sehingga segenap potensinya kembali berfungsi secara maksimal. Bayangkan kota Jakarta jika selama 1 hari tidak ditebari polutan asap kendaraan (polusi udara) dan listrik dipadamkan, aktivitas diliburkan sehari itu saja dalam setahun, berapa besar penghematan yang telah dilakukan oleh Negara, betapa bersihnya udara Jakarta dan kelesuan dapat dipulihkan.
4. Ngembak Gni : melakukan aktivitas kembali seperti semula atau membuka api kehidupan normal. Pada hari ini tgl 27 Maret 2009 menjadi lembaran baru bagi kehidupan yang cerah penuh pencerahan rohani. Ngembak Gni mengisyaratkan kepada manusia yang "Multikultural" untuk bersatu padu, menghargai perbedaan sebagai kebenaran illahi, memaafkan adalah perbuatan mulia yang akan membuat hidup kita terasa lebih damai. Melayani mereka yang lemah, membantu mereka yang menderita adalah karma utama saat ini, karena sesungguhnya melayani semua mahluk dengan cinta kasih, dan kasih sayang adalah bentuk pemujaan kepada Tuhan (serve to all man kind is serve to the God).

At the end, happy Nyepi Saka 1931. Ida Sang Hyang Widhi Wasa bless you.

Bookmark and Share

Galungan and Kuningan

Posted by ngoegoel Blog | 4:54 PM | , , , | 1 comments »

Galungan is a Baliness big holiday that accurs every 210 days on "Buda Wage Dunggulan". And Kuningan comes 10 days after Galungan, on "Saniscara Kuningan". Galungan is a symbol when "Dharma" is winning.

Artikel di bawah dikutip dari Pinandita Sanggraha Nusantara

Setiap 210 hari sekali berdasarkan penanggalan Bali-Jawa (Javano-Balinese Calender) yakni pada hari Budha Kliwon Wuku Dungulan Umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Galungan dan sepuluh hari kemudian akan disusul dengan perayaan Kuningan. Galungan adalah suatu upacara sakral yang memberikan kekuatan spritual agar mampu membedakan mana dorongan hidup yang berasal dari Adharma dan mana dari Budhi Atma yaitu : Suara Kebenaran (Dharma) dalam diri manusia. Disamping itu juga berarti kemampuan untuk membedakan kecendrungan keraksasaan (asura sampad) dan kecendrungan kedewaan (dewa sampad) karena hidup yang berbahagia atau ananda adalah hidup yang memiliki kemampuan untuk menguasai kecenderungan keraksasaan. Dalam lontar Sunarigama dijelaskan rincian upacara Hari Raya Galungan sebagai berikut : "Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacuan pikiran" Jadi inti
Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapatkan pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacuan pikiran (byaparaning idep) adalah wujud Adharma.

Rangkaian Perayaan
Hari Raya Galungan dan Kuningan di India dikenal dengan berbagai nama, di antaranya adalah Śraddhā Vijaya Daśami, Durgāpūjā atau Mahanavami. Berdasarkan data prasasti yang ditemukan di Bali, yakni Turuñan Prasasti yang berasal dari tahun 813 Śaka (891 M) yang menyebutkan haywahaywan di māgha mahānavamī (Goris, 1954: 56). Dalam bahasa Bali dewasa ini kata mahaywahaywa (dari kata mahayu-hayu) berarti merayakan. Haywahaywan di māgha mahānavamī berarti perayaan Māgha Mahānavamī. Di India Mahānavami identik dengan Dasara yakni hari pemujaan ditujukan kepada para leluhur (Dubois, 1981:569). Swami Śivānanda (1991:8) mengidentikkan Dasara dengan Dūrgāpūjā yang dirayakan dua kali setahun, yakni Rāmanavarātrī atau Rāmanavamī pada bulan Caitra (April-Mei), dan Dūrgānavarātrī atau Dūrgānavamī pada bulan Asuji (September-Oktober). Perayaan ini disebut juga Vijaya Daśami atau Śrāddha Vijaya Daśami yang dirayakan selama sepuluh
hari, seperti halnya Hari Raya Galungan dan Kuningan di Indonesia. Hari Raya Galungan sudah dirayakan terlebih dahulu di tanah Jawa, ini sesuai dengan lontar berbahasa Jawa Kuno yaitu : Kidung Panji Amalat Rasmi. Di Bali Hari Raya Galungan untuk pertama kali dilaksanakan pada Hari Purnama Kapat , Budha Kliwon Dungulan tahun Saka 804 atau tahun 882 Masehi ini sesuai dengan lontar "Purana Bali Dwipa". Rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan rangkaian perayaan yang paling panjang di antara hari-hari raya Agama Hindu.
1. Rangkaian itu dimulai ketika hari Tumpek Pengarah atau Pengatag, yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Wariga, tepatnya 25 hari sebelum Hari Raya Galungan dan persembahan ditujukan kepada dewa Śaṅkara (nama lain Dewa Śiva) sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan dengan mempersembahkan sesajen pada pohon-pohon kayu yang menghasilkan buah, daun, dan bunga yang akan digunakan pada Hari Raya Galungan
2. Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba yaitu; Sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrocosmos) yang jatuh pada hari Kamis Wage Sungsang. Kata Sugihan berasal dari urat kata Sugi yang artinya membersihkan dan Jaba artinya luar, dalam lontar Sundarigama dijelaskan: bahwa Sugihan Jawa merupakan "Pasucian dewa kalinggania pamrastista bhatara kabeh" (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pelaksanaan upacara ini dengan membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal, dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Dan yang terpenting adalah membersihkan badan phisik dari debu kotoran dunia Maya, agar layak dihuni oleh Sang Jiwa Suci sebagai Brahma Pura.
3. Sugihan Bali; Bali dalam bahasa Sansekerta berarti kekuatan yang ada dalam diri. Jadi Sugihan Bali memiliki makna yaitu menyucikan diri sendiri sesuai dengan lontar sunarigama: "Kalinggania amrestista raga tawulan" (oleh karenanya menyucikan badan jasmani-rohani masing-masing /mikrocosmos) yaitu dengan memohon tirta pembersihan /penglukatan. Manusia tidak saja terdiri dari badan phisik tetapi juga badan rohani (Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira). Persiapan phisik dan rohani adalah modal awal yang harus diperkuat sehingga sistem kekebalan tubuh ini menjadi maksimal untuk menghadapi musuh yang akan menggoda pertapaan kita.
4. Panyekeban – puasa I; Jatuh pada hari Minggu Pahing Dungulan. Panyekeban artinya mengendalikan semua indrya dari pengaruh negatif, karena hari ini Sangkala Tiga Wisesa turun ke dunia untuk mengganggu dan menggoda kekokohan manusia dalam melaksanakan Hari Galungan. Dalam Lontar Sunarigama disebutkan : "Anyekung Jnana" artinya mendiamkan pikiran agar tidak dimasuki oleh Bhuta Galungan dan juga disebutkan "Nirmalakena" (orang yang pikirannya yang selalu suci) tidak akan dimasuki oleh Bhuta Galungan. Melihat pesan Panyekeban ini mewajibkan umat Hindu untuk mulai melaksanakan Brata atau Upavasa sehingga pemenuhan akan kebutuhan semua Indriya tidak jatuh kedalam kubangan dosa; pikirkan yang baik dan benar, berbicara kebenaran, berprilaku bijak dan bajik, mendengar kebenaran, menikmati makanan yang sattvika, dan yang lain, agar tetap memiliki kekuatan untuk menghalau godaan Sang Mara. Jadi tidak hanya nyekeb pisang atau tape untuk banten.
5. Penyajaan – puasa II; Artinya hari ini umat mengadakan Tapa Samadhi dengan pemujaan kepada Ista Dewata. Penyajan dalam lontar Sunarigama disebutkan : "Pangastawaning Sang Ngamong Yoga Samadhi" upacara ini dilaksanakan pada hari Senin Pon Dungulan. Dengan Wiweka dan Winaya, manusia Hindu diajak untuk dapat memilah kemudian memilih yang mana benar dan salah. Bukan semata-mata membuat kue untuk upacara.
6. Penampahan – puasa III; Berasal dari kata tampah atau sembelih artinya ; bahwa pada hari ini manusia melakukan pertempuran melawan Adharma, atau hari untuk mengalahkan Bhuta Galungan dengan upacara pokok yakni Mabyakala yaitu memangkas dan mengeliminir sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri, bukan semata-mata membunuh hewan korban, karena musuh sebenarnya ada di dalam diri, bukan di luar termasuk sifat hewani tersebut. Ini sesuai dengan lontar Sunarigama yaitu ; "Pamyakala kala malaradan". Inilah puncak dari Brata dan Upavasa umat Hindu, bertempur melawan semua bentuk Ahamkara - kegelapan yang bercokol dalam diri. Selama ini justru sebagain besar dari kita malah berpesta pora makan, lupa terhadap jati diri, menikmati makanan, mabuk. Sehingga bukan Nyomya Bhuta Kala- Nyupat Angga Sarira, malah kita akhirnya menjelma jadi Bhuta itu sendiri
7. Galungan – lebar puasa; Hari kemenangan dharma terhadap adharma setelah berhasil mengatasi semua godaan selama perjalan hidup ini, dan merupakan titik balik agar manusia senantiasa mengendalikan diri dan berkarma sesuai dengan dharma dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan dalam usaha mencapai anandam atau jagadhita dan moksa serta shanti dalam hidup sebagai mahluk yang berwiweka.
8. Manis Galungan; Setelah merayakan kemenangan , manusia merasakan nikmatnya (manisnya) kemenangan dengan mengunjungi sanak saudara dengan penuh keceriaan, berbagi suka cita, mengabarkan ajaran kebenaran betapa nikmatnya bisa meneguk kemenangan. Jadi hari iniumat Hindu wajib mewartakan-menyampaikan pesan dharma kepada semua manusia inilah misi umat Hindu: Dharma Cara- menyampaikan ajaran kebenaran dengan Satyam Vada – mengatakan dengan kesungguhan daan kejujuran.
9. Pemaridan Guru; Jatuh pada hari Sabtu Pon Dungulan, maknyanya pada hari ini dilambangkan dewata kembali ke sorga dan meninggalkan anugrah berupa kadirgayusan yaitu ; hidup sehat umur panjang dan hari ini umat menikmati waranugraha dari dewata. Demikian makna Hari Raya Galungan sebagai hari pendakian spritual dalam mencapai kemenangan /wijaya dalam hidup ini ditinjau dari sudut pelaksanaan upacara dan filosofisnya.
10. Sepuluh hari setelah Galungan disebut Kuningan merupakan tonggak kembalinya para dewata dan roh suci leluhur menuju kahyangan stana-nya masing-masing yang diyakini tempatnya di svargaloka (alam sorga). Kuningan merupakan hari kasih sayang, yang disimbulkan melalui berbagai pratika upakara seperti: tamiang, koleman, sulangi, tebo, dan endongan.

Bagi saudara-saudara kita yang tidak bisa merayakan Galungan dan Kuningan di Bali, dimana merayakan Galungan & Kuningan nih?Pergi ke temple terdekat? Sayang sekali di tempat saya tidak ada Hindu temple, Galungan dan Kuningan sama seperti hari-hari biasa. "Praying in the heart".

Bookmark and Share

Aksara Bali

Posted by ngoegoel Blog | 6:14 PM | , , , , , , , | 0 comments »

Bagi Anda yang orang Bali, masih ingat dengan aksara Bali? Pernah belajar bahasa Bali karena jarang dipakai jadi lupa. Atau mungkin beberapa diantara kita tidak mengenal aksara Bali. Karena tidak dilahirkan di lingkungan yang memakai bahasa Bali and/or aksara Bali.
Saya orang bernasib tipe pertama. Bisa dibilang dulu pinter aksara Bali. Sering dimintai bantuan untuk membaca awig-awig desa, atau surat dari desa yang dulu memakai bahasa Bali dan akasara Bali 100%. Tidak tahu sekarang, apa surat dari desa masih ditulis dalam bahasa Bali dan aksara Bali?? Di rapot SMA, materi Bahasa Bali mendapat nilai 10 alias sempurna(ampura sombong sedikit, sekedar mengenang memory).

Sekarang saya mulai lupa dengan aksara Bali. Why? Alasannya, selama 7 tahun lebih jarang dipakai, bahkan tidak pernah (asalan menghindar:lough). Akhir-akhir ini saya mulai belajar bahasa Bali lagi. Why? Kata-kata dari orang sekitar saya, "Jibun no bunka o daiji ni shirou" that means "Lestariang budaya iraga". Dilihat sepintas kata2 ini biasa tidak ada yang istimewa. Tapi setelah pikir ini benar 100%, kalo bukan kita sapa lagi!?.
Ketika saya tulis nama orang itu, wah...betapa senangnya dia "kakkouii" that means beautiful. Bilang bahasa bali itu indah, dan menarik. Ini sungguh tidak pernah saya sadari ketika masih ada di Bali pun.
Menurut kompas:

169 Bahasa Daerah Terancam Punah.
Perkembangan bahasa daerah dewasa ini mencemaskan. Dari 742 bahasa daerah di Indonesia, hanya 13 bahasa yang penuturnya di atas satu juta orang. Artinya, terdapat 729 bahasa daerah lainnya yang berpenutur di bawah satu juga orang. Di antara 729 bahasa daerah, 169 di antaranya terancam punah, karena berpenutur kurang dari 500 orang.
Jump to Kompas for more detail.

Memakai bahasa daerah merasa diri kuno, tidak ada lingkungan yang mendukung, sulit mempelajari karena susah memang banyak factor, it's OK. But, relakah kita jika bahasa komunikasi dengan orang tua tercinta punah? The answer is NO. Menyedihkan sekali jika bahasa Bali ikut punah.
Bagi semeton sami, mari kita jaga jangan sampai bahasa Bali menghilang ditelan massa.


Ini ada situs yang creative menyediakan font Bali, lengkap dengan panduan, silahkan download. Bagi yang lupa aksara Bali, sediakan waktu untuk membangkitkan ingatan kita. bagi yang asing dengan bahasa Bali , mari kita belajar bersama.

Download Bali-Font:@ babad bali
atau bagi yang sulit download disitus di atas bisa download@ Hikari
Panduan untuk menginstall a new font.

 


 

Bookmark and Share